Sejarah selalu terkendala oleh ruang dan waktu. Masa lalu, bisa ditilik dengan terang benderang di masa kini. Masa depan, hanya diperkirakan tapi tak bisa dipastikan.
Masa lalu, selalu ada distorsi. Sebabnya, tafsir mengambil tempatnya sendiri-sendiri. Karenanya, satu-satunya jalan agar sejarah masa kini tak membelot di masa depan, adalah dengan cara mendokumentasikannya.
Masa kini, di masa depan akan menjadi masa lalu. Dus, rekamlah sejarah yang sedang kau alami sekarang. Sekecil apapun, di masa depan akan sangat berharga. Kita tak pernah tahu, di masa depan yang sekarang kita sebut sebagai kertas atau pulpen, masih disebut sebagai kertas atau pulpen atau tidak. Atau bisa jadi bernama sama, tapi berbeda bentuk.
Mari, sodara-sodara, rekamlah sejarah yang sedang kau jalani.
Salam
Perkenalken
Bunga Padang Ilalang
Jakarta, Indonesia
Kulo, lahir di Jawa Tengah Bulan Mei tanggal 6. Menamatkan Sarjana di sebuah perguruan tinggi negeri di Jakarta. Pernah bekerja lima tahun sebagai wartawan di Tempo Group (Koran dan Majalah). Kini jadi kuli tinta & belajar membuat tulisan apik di tabloid dan harian Bisnis dan Investasi Kontan (Kelompok Kompas Gramedia, Jakarta)
0 komentar:
Poskan Komentar